EKONOMI INTERNASIONAL

MAKALAH

EKONOMI INTERNASIONAl

 

LOGO UNIDA

 

 

Disusun oleh :

Jihad Rasis

Muhamad Fathul Madani

Muhammad Reyhan Abyan Yudhistira

Muhamad Fikrul Umam

Yan Vandika M. M.

 

Materi Kuliah            : Pengantar Ilmu Ekonomi

Semester                     : 1

Dosen Pengampu      : Ustadz Iqbal Imari, M.A.

 

Program Hubungan Internasional

Fakultas Humaniora

Universitas Darussalam Gontor

2017

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Pada saat ini manusia belum banyak yang mengerti tentang ekonomi. Mereka mengerti makna ekonomi hanya sebatas pengertian saja, seperti halnya Ekonomi Internasional. Secara singkat, Ekonomi Internasional adalah ilmu ekonomi yang membahas akibat saling ketergantungan antara negara – negara di dunia, baik dari segi perdagangan internasional, investasi, pinjaman, maupun pasar kredit internasional. Sumber energi Amerika, misalnya, sangat bergantung pada produsen luar negeri, sedangkan Jepang, mengimpor hampir setengah dari makanan yang di konsumsi oleh penduduknya. Sebaliknya, negara – negara berkembang sangat membutukan teknologi yang dikembangkan dan dihasilkan oleh negara – negara industri.

Ekonomi Internasional lebih luas pengertiannya apabila dibandingkan dengan perdagangan internasional yang hanya menyangkut pertukaran barang dan jasa saja. Para pelaku yang mengadakan hubungan ekonomi internasional meliputi swasta, pemerintah, maupun organisasi internasional. Semoga dengan diuraikannya keterangan tersebut para pembaca dapat memahami lebih dalam lagi.

  1. RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini ialah :

  1. Apa itu pengertian Ekonomi Internasional
  2. Apa saja lingkup – lingkup Ekonomi Internasional
  3. TUJUAN MAKALAH

Manfaat dari penulisan makalahh ini ialah :

  1. Memahami apa itu pengertian Ekonomi Internasional
  2. Mengetahui apa saja lingkup – lingkup pembahasan Ekonomi Internasional

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.      EKONOMI INTERNASIONAL

Ekonomi internasional adalah ilmu ekonomi yang membahas akibat saling ketergantungan antara negara – negara di dunia, baik dari segi perdagangan internasional maupun pasar kredit internasional. Ekonomi internasional merupakan cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari dan menganalisis tentang transaksi dan permasalahan ekonomi internasional (eksport – import) yang meliputi perdagangan dan keuangan atau moneter serta organisasi ekonomi (swasta maupun pemerintah) dan kerjasama ekonomi antar negara. Ekonomi international meliputi seluruh kegiatan perekonomian yang dilakukan antar negara, bangsa maupun antara orang – orang perorangan dari negara yang satu dengan negara yang lain.

Ilmu Ekonomi Internasional merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana hubungan ekonomi antara satu negara dengan negara lain dapat mempengaruhi alokasi sumber daya baik antara dua negara tersebut maupun antar beberapa negara. Hubungan dalam perekonomian internasional dapat berupa perdagangan, investasi, pinjaman, serta bantuan kerjasama internasional.

Berdagang dengan negara lain memungkinkan sebuah negara untuk dapat memperoleh keuntungan, yakni dapat membeli barang yang harganya lebih rendah dan mungkin dapat menjual keluar negeri dengan harga yang relatif tinggi. Perdagangan luar negeri sering timbul karena adanya perbedaan harga barang diberbagai negara. Harga sangat ditentukan oleh biaya produksi, yang terdiri dari upah, biaya modal, sewa tanah, biaya bahan mentah serta efisiensi dalam proses produksi untuk menghasilkan suatu jenis barang tertentu. Antara satu negara dengan negara lain akan berbeda ongkos produksinya, dan dengan demikian berbeda pula harga hasil produksinya. Perbedaan ini disebabkan karena perbedaan dalam jumlah, jenis, kualitas, serta cara – cara mengkombinasikan faktor – faktor produksi tersebut di dalam produksi. Perbedaan harga inilah yang menjadi pangkal timbulnya perdagangan antarnegara.

Pebedaan harga bukanlah hanya ditimbulkan oleh karena adanya perbedaan ongkos produksi. Permintaan akan sesuatu barang sangat ditentukan oleh selera dan pendapatan. Selera dapat memainkan peranan penting dalam menentukan permintaan akan sesuatu barang antara berbagai negara. Apabila persediaan suatu barang di satu negara tidak cukup untuk memenuhi permintaan, negara tersebut dapat mengimpor dari negara lain.

Kesimpulan yang dapat ditarik dari uraian di atas adalah pada prinsipnya ada dua faktor utama yang menyebabkan timbulnya perdagangan internasional, yakni permintaan dan penawaran.

B.       PERDAGANGAN INTERNASIONAL

  • 1 Pengertian Perdagangan Internasional

Teori perdagangan internasional membantu menjelaskan arah serta komposisi perdagangan antara beberapa negara serta bagaimana efeknya terhadap struktur perekonomian suatu negara. Disamping itu, teori perdagangan internasional juga dapat menunjukan adanya keuntungan yang timbul dari adanya perdagangan internasional (gains from trade). Beberapa teori yang menerangkan tentang timbulnya perdagangan international pada dasarnya adalah sebagai berikut :

  • Teori Klasik :
  1. Teori Absolut Advantages (keunggulan absolut)

Teori keunggulan absolut didasarkan pada “Labor theory of value” yang menyatakan nilai suatu barang diukur dengan banyaknya tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan suatu barang.

Kelemahan teori ini adalah dalam beberapa asumsi yang dipakai yaitu:

  • Menganggap tenaga kerja itu bersifat homogen dan mobilitasnya bebas, dalam kenyataannya tidak demikian.
  • Menganggap tenaga kerja satu – satunya faktor produksi, sedangkan faktor produksi bukan hanya satu.

Teori keunggulan absolut menurut Adam Smith dapat dijelaskan dengan asumsi bahwa perdagangan terjadi hanya antara dua negara dengan dua macam produk yang dihasilkan.

  1. Teori Comparative Advantages (kemanfaatan relatif)

Teori ini menyatakan bahwa suatu negara akan menghasilkan dan kemudian mengekspor suatu barang yang memiliki Comparative Advantage terbesar dan mengimpor barang yang memiliki Comparative Disadventage, yaitu suatu barang yang dapat dihasilkan dengan lebih murah dan mengimpor barang yang kalau dihasilkan sendiri memakan ongkos yang besar.

  1. Teori Comparative Cost (biaya relatif)

Menurut David Ricard, titik pangkal teori ini tentang perdagangan internasional adalah teorinya tentang nilai / value. Menurut dia nilai sesuatu barang tergantung dari banyaknya tenaga kerja yang dicurahkan untuk memproduksi barang tersebut. Perdagangan antar negara akan timbul apabila masing-masing negara memiliki Comparative Cost yang terkecil.

  • Teori Modern
  1. Faktor Proporsi

Teori ini menyatakan bahwa perbedaan dalam oportunity cost suatu negara dengan negara lain karena adanya perbedaan dalam jumlah faktor produksi yang dimilikinya. Suatu negara memiliki tenaga kerja lebih banyak daripada negara lain, sedang negara lain memiliki capital lebih banyak daripada negara tersebut sehingga dapat menyebabkan terjadinya pertukaran.

  1. Kesamaan Harga Faktor Produksi

Inti dari teori ini adalah bahwa perdagangan bebas cenderung mengakibatkan harga faktor – faktor produksi sama di beberapa negara.

  1. Teori Permintaan dan Penawaran

Pada prinsipnya perdagangan antar dua negara itu timbul karena adanya perbedaan didalam permintaan maupun penawaran. Permintaan itu berbeda misalnya, karena perbedaan pendapatan dan selera sedangkan perbedaan penawaran misalnya, dikarenakan perbedaan did­alam jumlah dan kualitas faktor – faktor produksi, tingkat teknologi dan eksternalitas.

C.      KEBIJAKAN EKONOMI INTERNASIONAL

  • 1 Pengertian Kebijakan Ekonomi Internasional

Dalam arti luas kebijaksanaan ekonomi internasional adalah tindakan atau kebijaksanaan ekonomi pemerintah, yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi komposisi, arah serta bentuk dari pada perdagangan dan pembayaran internasional. Kebijaksanaan ini tidak hanya berupa tarif, kuota dan sebagainya, tetapi juga meliputi kebijaksanaan pemerintah didalam negeri yang secara tidak langsung mempunyai pengaruh terhadap perdagangan serta pembayaran internasional. Seperti misalnya, kebijakan moneter dan fiskal. Sedangkan definisi yang lebih sempit kebijaksanaan ekonomi internasional adalah tindakan atau kebijaksanaan ekonomi pemerintah yang secara langsung mempengaruhi perdagangan dan pembayaran internasional.

  • 2 Instrumen Kebijakan Ekonomi Internasional

Instrumen ini meliputi :

  1. Kebijakan Perdagangan Internasional

Kebijaksanaan perdagangan internasional mencakup tindakan pemerintah terhadap rekening yang sedang berjalan daripada neraca pembayaran internasional, khususnya tentang ekspor dan impor barang / jasa.

  1. Kebijakan Pembayaran Internasional

Kebijaksanaan pembayaran internasional meliputi tindakan atau kebijaksanaan pemerintah terhadap rekening modal dalam neraca pembayaran internasional yang berupa pengawasan terhadap pembayaran internasional.

  1. Kebijakan Bantuan Luar Negeri

Kebijaksanaan luar negeri adalah tindakan atau kebijaksanaan pemerintah yang berhubungan dengan bantuan, pinjaman, bantuan yang bertujuan untuk rehabilitasi serta pembangunan dan bantuan militer terhadap negara lain.

  • 3 Tujuan Kebijakan Ekonomi Internasional

Secara umum dapat disebutkan bahwa tujuan kebijaksanaan ekonomi internasional itu adalah sebagai berikut:

  1. Autarki

Tujuan autarki bermaksud untuk menghindarkan dari pengaruh – pengaruh dari negara lain baik pengaruh ekonomi, politik atau militer.

  1. Kesejahteraan

Dengan mengadakan perdagangan internasional suatu negara akan memperoleh keuntungan dari adanya spesialisai.

  1. Proteksi

Tujuan ini untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan barang impor.

  1. Pembayaran Keseimbangan Neraca

Apabila suatu negara itu mempunyai kelebihan cadangan paluta asing maka kebijaksanaan pemerintah untuk mengadakan stabilisasi ekonomi di dalam negeri akan tidak banyak menimbulkan masalah dalam neraca pem-bayara internasionalnya. Kebijaksanaan ini umumnya berbentuk pengawasan devisa. Pengawasan devisa tidak hanya mengatur atau mengawasi lalu lintas barang tetapi juga modal.

  1. Pembangunan Ekonomi

Untuk mencapai tujuan ini pemerintah dapat mengambil kebijaksanaan seperti misalnya:

  • Perlindungan terhadap industri dalam negeri.

Mengurangi impor barang konsumsi yang nonesensial dan mendorong impor barang – barang yang esensial.

  • Mendorong ekspor dan sebagainya.

 

 

 

  • 4 Macam – macam Restriksi dalam Perdagangan Internasional

Restriksi dalam Perdagangan Internasional meliputi :

  • Tarif

Tarif adalah pembebanan pajak terhadp barang – barang yang melewati batas suatu negara. Tarif digolongkan menjadi :

  1. Bea ekspor adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diangkut menuju ke negara lain.
  2. Bea transito. adaah pajak yang dikenakan terhadap barang-biarang yang melalui wilayah suatu negara dengan ketentuan bahwa barang tersebut sebagai tujuan akhirnya adalah negara lain.
  3. Bea impor adalah pajak yang dikenakan terhadap barang – barang yang masuk dalam suatu negara dengan ketentuan bahwa negara tersebut sebagai tujuan terakhir.
  • Kuota

Kuota adalah pembatasan jumlah fisik terhadap barang yang masuk (kuota impor) dan keluar (kuota ekspor).  Pemberlakuan kuota pada prinsipnya mempunyai efek kualitatif yang sama dengan tarif, yaitu akan mengurangi impor, menaikan harga, mendorong kenaikan produksi dalam negeri, serta mengurangi konsumsi atau permintaan domestik.

  • Subsidi

Pemberlakuan subsidi ekspor merupakan upaya pemerintah dalam mem-beri bantuan dana atau bantuan berupa keringanan pajak atau prosedur sehingga muncul benefit cost yang tinggi bagi pengusaha produk ekspor.

D.      NERACA PEMBAYARAN INTERNASIONAL

  • Definisi Neraca Pembayaran Internasional

Neraca pembayaran internasional (NPI) merupakan laporan keuangan tentang nilai transaksi ekonomi suatu negara dengan negara – negara lain, bentuk ekspor – impor dan aliran keluar masuk dana yang pencatatannya dilakukan secara sistematis dalam suatu periode tertentu (biasanya satu tahun, atau bisa juga per triwulan).

Tujuan utama neraca pembayaran internasional adalah untuk memberikan informasi kepada penguasa pemerintah tentang posisi keungan dalam hubungan ekonomi dengan negara lain serta membantu didalam pengambil-an kebijaksanaan moneter, fiskal, perdagangan dan pembayaran inter-nasional.

  • Struktur Neraca Pembayaran Internasional

Secara umum terdiri dari hal – hal berikut :

  • Curren Account, merupakan laporan yang berisikan tentang catatan transaksi barang dan jasa suatu negara dengan negara lain selama periode tertentu. Curren account mempunyai tiga bagian yaitu seagai berikut:
  1. Neraca perdagangan (Balance Of Trade=BOT), Dalam neraca ini dicatat transaksi ekspor dan impor barang – barang selama satu periode.
  2. Neraca jasa (service), neraca jasa ini mencatat tentang hal – hal berikut:
  3. Ekspor impor jasa selama satu periode tertentu.
  4. Pendapatan modal (investment income), yaitu pendapatan yang diperoleh karena memilki aset – aset finansial (saham dan obligasi)) serta aset fisik (berupa properti) di negara lain.
  5. Neraca non balas jasa (transfer payment), mencatat transaksi – transaksi yang bukan sebagai akibat adanya balas jasa.
  • Capital account, merupakan bagian dari neraca pembayaran internasional yang mencatat arus modal masuk dan arus modal keluar selama periode tertentu. Neraca modal ini terdiri dari hal – hal berikut:
  1. Neraca modal pemerintah, catatan arus keluar masuk modal disektor pemerintah.
  2. Neraca modal swasta, catatan arus keluar masuk modal yang terjadi di sektor swasta (dunia usaha).
  • Settlement account (neraca penyeimbang), merupakan bagian dari neraca pembayaran internasional yang berisikan nilai arus keluar masuk emas dan pembelian atau penjualan mata uang domestik atau valuta asing oleh pemerintah.
  • Statistical Disprepancy (selisih perhitungan), merupakan bagian dari neraca pembayaran internasional yang berisikan tentang transaksi – transaksi yang tidak dicatat

E.       KURS DAN PASAR VALUTA ASING

  • Definisi Kurs Dan Valuta Asing

Valuta asing adalah semua mata uang negara yang dapat digunakan untuk kegiatan perekonomian suatu negara dengan negara lain. Istilah lain dari rasio pertukaran adalah nilai tukar atau disebut kurs valuta asing. Kurs valuta asing dapat didefinisikan sebagai jumlah uang domestik yang dibutuhkan untuk memperoleh satu unit mata uang asing.

Pasar valuta saing pada dasarnya merupakan jaringan kerja dari perbankan dan lembaga keuangan dalam melayani masyarakat untuk membeli (permintaan) dan menjual (penawaran) valuta asing.

  • Permintaan terhadap valuta asing

Artinya bila terjadi permintaan masyarakat terhadapa produk luar negeri, maka permintaan terhadap valuta asing meningkat. Kenaikan permintaan ter-hadap valuta asing sanat di tentukan oleh faktor – faktor diantaranya:

  1. Nilai tukar atau harga mata uang asing
  2. Tingkat pendapatan
  3. Tingkat bunga relatif
  4. Selera
  5. Kebijakan pmerintah
  • Penawaran terhadap valuta asing

Artinya, terjadi apabila negara lain mengimpor barang dan jasa atau terjadi ekspor. Semakin besar ekspor suatu negara, maka penawaran valuta asing akan meningkat. Penawaran valuta asing sangat di tentukan oleh berbagai faktor antara lain:

  1. Perubahan kurs atau harga valuta asing
  2. Selera
  3. Harga atau biaya produksi barang impor
  4. Kebijakan pemerintah

 

  • Fungsi Pasar Valuta Asing

Pasar valuta asing mempunyai beberapa fungsi pokok dalam membantu kelancaran lalu lintas pembayaran internasional:

  1. Mempermudah penukaran valuta asing serta pemindahan dana dari satu negara ke negara lain.
  2. Pasar valuta asing memerikan kemudahan untuk dilaksanakannya perjanjian atau kontrak jual beli dengan kredit.

 

  • Faktor yang Mempengaruhi Kurs Valuta Asing

Faktornya adalah sebagai berikut:

  1. Cita rasa masyarakat
  2. Harga barang ekspor dan impor
  3. Terjadinya inflasi
  4. Suku bungan dan tingkat pengembalian investasi

F.       CARA – CARA MELAKUKAN PEMBAYARAN INTERNASIONAL

Dalam melakuan pembayaran transaksi ekonomi luar negeri, seorang pengusaha dapat menggunakan beberapa cara diantaranya:

  • Cash

Pembayaran ini dilakukan dengan menggunakan check atau bank draft, pada saat barang dikirim oleh eksportir atau sebelumnya.  Cara ini biasanya tidak disukai oleh pembeli karena:

  • Harus tersedia uang kas yang cukup besar.
  • Kehilangan penggunaan modal kerja karena barang diterima kemudian.
  • Harus berdasarkan kepercayaan dan kejujuran eksportir.

 

  • Open Account

Cara ini merupakan kebalikan daripada cash sebab dengan cara open account barang telah dikirimkan kepada pembeli tanpa disertai surat perintah membayar serta dokumen – dokumen. Pembayaran dilakukan setelah beberapa waktu atau terserah kebijakan pembeli. Dalam hal ini risiko ditanggung eksportir, misalnya : eksportir harus mempunyai banyak modal dan apabila pembayaran akan dilakukan dengan mata uang asing maka risiko perubahan kurs menjadi tanggungannya.

  • Commercial Bills of Exchange

Commercial bills of exchange adalah surat yang ditulis oleh penjual yang berisi perintah kepada pembeli untuk membayar sejumlah uang tertentu pada waktu tertentu di masa datang. Surat perintah semacam ini disebut wesel.

  • Letters of Credit

Letter of credit adalah suatu surat yang dikeluarkan oleh bank atas permintaan pembeli barang di mana bank tersebut yang menyetujui dan membayar wesel yang ditarik oleh penjual barang. Dengan demikian letters of credit merupakan suatu alat pengganti kredit bank dan dapat menjamin pembayarannya bagi penjual barang.

 

 

BAB III

PENUTUP

A.      KESIMPULAN

Ekonomi Internasional atau ekonomi perdagangan internasional merupakan bagian dari ilmu ekonomi makro yang khusus membahas tentang hubungan antara suatu negara dan negara lainnya dalam mengalokasikan sumber daya atau faktor produksi yang tersedia di masing – masing negara. Adanya hubungan ekonomi perdagangan internasional sangat berguna dalam rangka mencapai kesejahteraan masyarakat dunia. Motifasi hubungan dagang internasional tidak lain adalah sebagai upaya menciptakan efisiensi dalam mengalokasikan sumber daya ekonomi antar negara dalam rangka meningkatkan utilitas sumber daya dunia untuk mencapai kemakmuran setiap bangsa dan negara. Pada prinsipnya ada dua faktor utama yang menyebabkan timbulnya perdagangan internasional, yakni faktor permintaan dan penawaran.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Grubel, H.C., 1977, International Economics, Homewood, Illinois; Richard D. Irwin, Inc.

Kreinin, M.E., 1979, International Economics: A Policy Approach, New York: Harcourt Brace Jovanovich, Inc.

Krugman, P. And Taylor, L., 1978, “Contractionary Effects of Devaluation”, Jurnal of International Economics 8, pp. 445456.

Lindert, Peter H., International Economics, Homewood, Illinois: Richard D. Irwin, 1982.

Salvator Dominick, International Economics, fifth edition. Prentice Hall Inc, New Yersey, 1995.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s