pengantar ilmu ekonomi (kebijakan moneter)

MAKALAH

PENGANTAR ILMU EKONOMI

Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Dalam Materi : Kebijakan Moneter

Dosen Pengampu : Ust. Iqbal Imari

 

 

LOGO UNIDA

 

 

 

 

    Di Susun Oleh :

    FEBY ARDIANTO

    FIKRI DWI NURCAHYO

SENA MAULANA

 

 

 

PROGAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL

FAKULTAS HUMANIORA

UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR

KAMPUS SIMAN PONOROGO

1438/2017

 

 

  1. Latar Belakang Kebijakan Moneter

 

 

Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal ( Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan ) dan keseimbangan eksternal ( keseimbangan neraca pembayaran ) dan mdemi tercapainya tujuan ekonomi makro yaitu, menjaga stabilitas ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja ke stabilisasian harga dan neraca pembayaran. Apabila stabilitas ekonomi terganggu maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan ( tindakan stabilitas ). Pengaruh kebijakan moneter pertama sekali akan terasa pada  sektor perbankan yang kemudian di transfer pada sektor rill.

 

Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara bekelanjutan dengan tetap menjaga stabilitas harga, untuk mencapai tujuan tersebut bank sentral atau otoritas moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan  barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh kelancaran dalam pasokan distribusi barang. Kebijakan moneter kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu, suku bunga, giro wajib minimun, intervensi pasar valuta asing dan sebagai  tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas .

 

Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara bekelanjutan dengan tetap menjaga stabilitas harga, untuk mencapai tujuan tersebut bank sentral atau otoritas moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan  barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh kelancaran dalam pasokan distribusi barang. Kebijakan moneter kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu, suku bunga, giro wajib minimun, intervensi pasar valuta asing dan sebagai  tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas .

 

Kebijakan moneter merupakan salah satu bagian integral dari kebijakan ekonomi makro. Kebijakan moneter diajukan untuk mendukung tercapainya tujuan dari ekonomi makro yaitu, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan dan keseimbangan neraca pembayaran.

 

Bank indonesia memiliki tujuan untuk mencapai tujuan dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini sebbagaimana tercantum dalam UU Nomor 3 tahun 2004 pasal 7 tentang bank indonesia.hal yang dimaksud dengan kestabilisasian nilai rupiah antara lain kestabilan terhadap harga barang dan jasa yang tercermin pada inflasi.untuk mencapai tujuan tersebut, sejak tahun 2005 Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter dengan menganut sistem nilai tukar yang mengambang. Peran stabilitas nilai tukar sangat penting dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan. Oleh karenanya bank indonesia juga menjalankan kebijakan nilai tukar untuk menguangi volatilitas nila tukar yang berlebihan, bukan untuk mengarahkan nilai tukar pada level tertentu.

 

Dalam pelaksanaannya, bank indonesia memiliki kewenangan untuk melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran-sasaran moneter seperti, uang yang beredar atau suku bunga dengan tujuan utama menjaga sasaran dan laju inflasi yang ditetapkan oleh pemerintah secara oprasional, pengendalian sasaran-sasaran moneter tersebut menggunakan instrumen-instrumen, antara lain, pasar terbuka di pasar uang baik rupiah  maupun valuta asing, penetapan tingkat diskonto, penetapan cadangan wajib minimum dan pengaturan pinjaman dan pembayaran. Bank indonesia juga dapat melakukan cara-cara pengendalian moneter berdasarkan prinsip-pinsip yang ada.

 

  1. Jenis-Jenis Kebijakan Moneter

 

Pengaturan jumla uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang berdar. Kebijakan moneter dapat di golongkan menjadi dua yaitu

 

  • Kebijakan Moneter Ekspansif (Monetary Expansiv Policy)

 

Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumla uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi pengangguran dan menigkatkan daya beli masyarakat. Pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi, kebijakan ini disebut juga kebijakan moneter. (easy money policy)

 

  • Kebijakan Moneter Kontraktif (Monetary Contractive Policy)

 

Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomianmengalami inflasi disebut juga dengan kebijakan uang ketat  (Tight Money Policy)

 

Kebijakan Moneter Dapat dilakukan dengan cara menjalankan kebijakan instrumen, keibijakan moneter antara lain :

 

  • Operasi Pasar Terbuka ( Open Market Operation )

 

Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah ( Goverment Securities )jika ingin menambah uang yang  beredar. Pemerintah akan membeli surat berharga namun, bila ingin jumlah uang yang beredar kurang maka pemerinta akan menjual surat berharga kepada masyarakat surat pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU Singkatan dari Surat Berharga Pasar Uang.

 

  • Fasilitas Diskonto ( Discoount Rate )

 

Fasilitas diskonto adalah pengaturan umlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Namk umum kadang-kadang mengalami kekurangan uang sehingga haus meminjam uang ke bank sentral untuk membuat jumlah uang yang bertambah. Pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.

 

 

  • Rasio Cadangan Wajib ( Reserve Requirement Ratio )

 

Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah, untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar pemerintah menaikkan rasio.

 

  • Imbauan Moral ( Moral Persuasion )

 

Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang yang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

 

  1. Instrumen Kebijakan Moneter

 

Lembaga pemerintah yang  berhak mengeluarkan kebijakan moneter adalah bank sentral dalam hal ini BANK INDONESIA adalah lembaga yang berhak mengeluarkan kebijkan moneter. Instrumen kebijakan moneter dikeluarkan dengan harapan tujuan kebijakan moneter dapat tercapai, instrumen-instrumen tersebut diantaranya adalah :

 

  • Kebiijakan Operasi Pasar Terbuka ( OPEN MERKET OPERATION )

 

Operasi pasar terbuka adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh bank sentral atau BANK INDONESIA untuk menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat dengan cara menjual Sertifikan Bank Indonesia (SBI) atau membeli surat-surat berharga dipasar modal dan pasar saham

 

  • Kebijakan Diskonto ( POLITIK DISKONTO )

 

Kebijakan yang diekeluarkan oleh bank sentral atau BANK INDONESIA untuk mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dimasyarakat dengan cara menaikkan atau menurunkan suku bunga bank, kebijakan ini dikeluarkan dengan tujuan agar masyarakat menabungkan uangnya di BANK.

Agar jumlah uang yang keluar stabil dalam artian jumlah uang beredar sama dengan jumlah barang dan jasa di pasar, maka pihak bank sentral menakkan suku bunga bank agar masyarakat berbondong-bondong menabungkan uangnya.

 

  • Kebijakan Cadangan Kas

 

Naik turunya Kas disutu bank ditentukan oleh kebijakan bank sentral sebagai pemegang kekuasaan dan wewenang dalam mengatur kas

 

  • Kebijakan Kredit Ketat

 

Kebijakan kredit ketat dikeluarkan dengan tujuan mengawasi uang yang beredar saat perekonomian menunjukkan gejala inflasi

Pemeberian kredit ketat didasari oleh 5C yaitu : Character, Capability, Collateral, Capital, Dan Economy Condition

 

  • Kebijakan Dorongan Moral

Kebijakan ini dikeluarkan oleh bank sentral melalui pidat, pengumuman atau edaran yang di tujukan kepada bank-bank umum. Melalui pengumuman tersebut uang beredar dapat di stabilkan

Selain instrumen di atas, ada beberapa instrumen lain yang dipergunakan oleh pemerintah dalam melaksanakan kebijakan moneter, diantaranya :

 

  1. Imbauan Moral (Moral Persuasion)

Imbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan cara memberi imbauan kepada para pelaku ekonomi. Contohnya, menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar.

 

  1. Politik Saneering

Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. 3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral dengan cara pengguntingan (pemotongan) uang disebut dengan politik saneering.

 

Politik saneering diterapkan ketika terjadi hiperinflasi. Instrumen ini pernah dilakukan BI pada tanggal 13 Desember 1965. Pada saat itu, dilakukan  pemotongan uang dari Rp.1.000 menjadi Rp.1. Hal ini dilakukan untuk menyehatkan kembali nilai uang yang sudah jatuh.

 

  1. Devaluasi

Devaluasi adalah kebijakan bank sentral untuk menurunkan nilai rupiah terhadap mata uang asing.

 

  1. Revaluasi

Revaluasi adalah kebijakan bank sentral untuk menaikkan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing.

 

  1. Tujuan Kebijakan Moneter

 

  1. Menjaga kestabilan ekonomi, artinya pertumbuhan arus barang dan jasa seimbang dengan pertumbuhan arus barang dan jasa yang tersedia.

 

  1. Menjaga kestabilan harga, artinya harga suatu barang merupakan hasil interaksi antara jumlah uang yang beredar dengan jumlah uang yang tersedia di pasar

 

  1. Mengedarkan mata uang sebagai alat pertukaran (medium of exchange) dalam perekonomian.

 

  1. Mempertahankan keseimbangan antara kebutuhan likuiditas perekonomian dan stabilitas tingkat harga.

 

  1. Distribusi likuiditas yang optimal dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang diinginkan pada berbagai sektor ekonomi.

 

  1. Membantu pemerintah melaksanakan kewajibannya yang tidak dapat terealisasi melalui sumber penerimaan yang normal.

 

  1. Meningkatkan kesempatan kerja. Pada saat perekonomian stabil, pengusaha akan mengadakan investasi untuk menambah jumlah barang dan jasa sehingga adanya investasi akan membuka lapangan kerja baru sehingga memperluas kesempatan kerja masyarakat.

 

  1. Memperbaiki neraca perdagangan kerja masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan meningkatkan ekspor dan mengurangi impor dari luar negeri yang masuk ke dalam negeri atau sebaliknya

 

 

 

 

  1. Peran Bank Indonesia Dalam Kebijakan Moneter

 

Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. 3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia. Hal yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah antara lain adalah kestabilan terhadap harga-harga barang dan jasa yang tercermin pada inflasi.

 

Untuk mencapai tujuan tersebut, sejak tahun 2005 Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter (Inflation Targeting Framework) dengan menganut sistem nilai tukar yang mengambang (free floating). Peran kestabilan nilai tukar sangat penting dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan. Oleh karenanya, Bank Indonesia juga menjalankan kebijakan nilai tukar untuk mengurangi volatilitas nilai tukar yang berlebihan, bukan untuk mengarahkan nilai tukar pada level tertentu.

 

Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran-sasaran moneter (seperti uang beredar atau suku bunga) dengan tujuan utama menjaga sasaran laju inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah. Secara operasional, pengendalian sasaran-sasaran moneter tersebut menggunakan instrumen-instrumen, antara lain operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing, penetapan tingkat diskonto, penetapan cadangan wajib minimum, dan pengaturan kredit atau pembiayaan. Bank Indonesia juga dapat melakukan cara-cara pengendalian moneter berdasarkan Prinsip Syariah.

 

  1. Indikator Stabilisasi ekonomi

Kebijakan moneter bertujuan untuk mencapai stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan :

  1. Kesempatan Kerja

Semakin besar gairah untuk berusaha maka akan mengakibatkan peningkatan produksi. Peningkatan produksi ini akan diikuti dengan kebutuhan tenaga kerja. Berarti akan terjadinya peningkatan kesempatan kerja dan kesehjateraan karyawan.

 

  1. Kestabilan Harga

Apabila kestablian harga tercapai maka akan menimbulkan kepercayaan di masyarakat. Masyarakat percaya bahwa barang yang mereka beli sekarang akan sama dengan harga di masa depan.

 

  1. Neraca Pembayaran Internasional

Neraca pembayaran internasional yang seimbang menunjukkan stabilisasi ekonomi di suatu negara. Agar neraca pembayaran internasional seimbang maka pemerintah sering melakukan kebijakan-kebijakan moneter. Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar.

 

Kesimpulan

Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah yang menyangkut tentang pengaturan jumlah uang yang beredar dan penawaran uang pada suatu negara. Terdapat dua jenis kebijakan moneter, yaitu kebijakan moneter ekspansif (easy moneter policy) dan kebijakan moneter konstraktif (tight moneter policy). Dalam penerapan kebijakan moneter, pemerintah memakai beberapa instrumen antara lain politik diskonto, politik cash ratio, politik kredit selektif, politik pasar terbuka, politik saneering, revaluasi, dan devaluasi.

 

Tujuan utama kebijakan moneter adalah menjaga kestabilan ekonomi suatu negara. Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia bersama pemerintah membuat keputusan dengan menggunakan instrumen kebijakan moneter dalam mengatasi masalah perekonomian yang ada di Indonesia. Semua itu diupayakan agar tercapainya stabilisasi ekonomi, antara lain kesempatan kerja, kestabilan harga, dan neraca pembayaran Internasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Rahardja, Pratama, & Manurung, Mandala, Pengantar Ilmu Ekonomi ( Mikroekonomi & Makroekonomi ), Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Indonesia, Jakarta.
  2. Mankiw, En. Gregori , Principal of Economics ( Pengantar Ekonomi Makro ), CENGAGE Learning, Jakarta Selatan.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s